Kemuliaan dalam kesabaran

Sungguh indah sang penyabar ialah penggapai harapan, karna orang yang mengetuk, niscaya ia akan masuk.

Demikian perkataan Abu Ya’la al-Maushali:

Pengalaman yang kudapatkan mengatakan bahwa kesabaran memiliki akibat yang terpuji,

Dengan kesabaran seringkali orang yang berusaha mendapatkan apa yang dicari,

Jangan putus asa walaupun banyak cobaan, jika Anda bersabar, niscaya Anda akan mendapatkan jalan keluar,

Sungguh indah sang penyabar ialah penggapai harapan, karna orang yang mengetuk, niscaya ia akan masuk.

Sebagian besar tulisan dalam postingan ini, diperoleh dari buku Meniru Sabarnya Nabi, yang ditulis oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali.

Mengenal sabar

Sabar adalah menahan jiwa dalam ketaatan, dan senantiasa menjaganya, memupuknya dengan keikhlasan dan menghiasinya dengan keilmuan. Ia adalah menahan diri dari segala kemaksiatan, dan berdiri tegak melawan dorongan hawa nafsu. Ia adalah ridha dengan qada dan qadar Allah tanpa mengeluh.

Sabar erat dikaitkan dengan cara meredam marah, menyikapi cobaan, dan menahan diri dari suatu keinginan. Kesabaran adalah hal yang membedakan keimanan seseorang dengan keimanan seseorang yang lain,

“…Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Mahamengetahui isi hati.” (QS. Ali Imran:154)

Sabar dalam akhlak islami

‘Iffah (menjaga kehormatan), ialah sabar dalam menahan syahwat perut dan kemaluan

Syaja’ah (keberanian) ialah bersabar di medan tempur

Al-Hilm (bersikap santun), ialah bersabar dalam menghadapi sikap membalas ketika marah

Lapang dada, ialah bersabar dalam menghadapi rasa kesal

Qana’ah, bersabar melalui rasa cukup  dengan yang ada

Kitman, bersabar dalam menyembunyikan suatu urusan

Menahan jiwa, bersabar dengan meninggalkan segala dorongan syahwat

Zuhud, bersabar dengan meninggalkan sifat berlebih-lebihan dalam hidup

Jika kau merasa bersabar adalah hal yang sulit, menengoklah pada Rasulullah

Seorang bijak menulis surat kepada saudaranya kala putra saudaranya itu wafat bernama Muhammad, lantas beliau menuturkan syair berikut, setelah ia menuturkan hadist di bawah syair ini:

Bersabar dan bertahanlah dalam setiap musibah yang menimpa,,

Ketahuilah, sungguh manusia itu tidak akan pernah kekal,

Jika engkau teringat akan Muhammad dan musibahnya,

Maka ingatlah musibah besar yang telah menimpa nabi Muhammad..

Rasulullah bersabda “Jika salah seorang diantara kalian tertimpa musibah, maka ingatlah musibah yang menimpaku, sungguh ia merupakan musibah yang paling besar.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dalam Ath-Thabaqat (ll/375), Ad-Darimi (l/40) dari jalan Fithr bin Khalifah, dari Atha’ bin Abi Rabah secara marfu’*. Penulis menyimpulkan hadist ini shahih dengan beberapa syawahidnya, wallahua’lam

Dalam hadist lain diriwayatkan:

“Manusia paling besar cobaannya adalah para nabi, kemudian manusia (selain mereka) yang paling mulia, kemudian setelah mereka (kedudukannya), seseorang diuji sesuai kadar agamanya, jika agamanya kuat, maka cobaannya pun berat, jika agamanya lemah, maka ia diuji sesuai dengan agamanya, lantas senantiasa seorang hamba diuji sehingga dia ditinggalkan berjalan di atas bumi tanpa kesalahan.”

Shahih, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2398), Ibnu Majah (4023), Ad-Darimi (ll/320), Ibnu Hibban (698,699), Al-Hakim (l/40 dan 41), Ahmad (l/172, 174, 180, 185) dan yang lainnya dari dua jalan, dari Sa’ad bin Abi Waqqash secara marfu’*

Jika dalam da’wah, kamu merasa tersakiti, maka ingatlah Allah dalam firmannya, saat Ia menghibur Rasulullah🙂

“Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hati-mu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zhalim itu mengingkari ayat ayat Allah. Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka. Tak ada seorang pun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu. Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat melihat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mu’jizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil.” (Al-An’am: 33-35).

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah: 5-6).

Bergembiralah, dengan keutamaan kesabaran

“Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah, yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar:10)

“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal. Dan sesungguhnya, kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (An-Nahl:96)

“Maka bersabarlah, sesungguhnya kesuadahanyang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Hud:49)

Dalam bait yang tersisipkan dalam buku Meniru Sabarnya Nabi, semoga menjadi penyemangat diri untuk senantiasa bersabar,,

Majulah wahai kesulitan, niscaya engkau akan hilang..

Sungguh malam telah mengabarkan akan datangnya fajar,

Banyak musibah terasa sempit dirasakan dan hanya di sisi Allah lah jalan keluar..

Terasa pahit lalu setelah kuat, ia pun hilang walau kuduga ia takkan pergi…

 

*Hadits Marfu’ adalah hadis yang sanadnya berujung langsung pada Nabi Muhammad SAW (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s