Benarkah Tuhan itu Ada?

Sebuah kisah dari salah satu negeri Allah tepatnya di Rusia. Rusia adalah negara komunis paling berpengaruh di dunia ketika masa itu. Sebagian besar penduduknya adalah atheis (tidak percaya adanya Tuhan).

Kisah ini bermula ketika seorang profesor pergi ke barber shop untuk memotong rambut. Sang profesor adalah pribadi yang percaya akan adanya Tuhan, sehingga terkadang ia mencoba mengajak bicara lawan bicaranya tentang pendapatnya mengenai Tuhan. Dan bukan hal yang aneh jika banyak penduduk Rusia yang secara terang-terangan mengatakan tidak mempercayai akan adanya Tuhan.

Sang profesor memulai percakapannya dengan pemotong rambut yang memotong rambutnya,

Profesor : tuan, boleh saya menanyakan sesuatu? Jika boleh tahu, tuan beragama apa?

Tuan : Oh, saya tidak beragama Sir, saya tidak percaya adanya Tuhan

Profesor : Mengapa Anda tidak percaya Tuhan?

Tuan : Jika Tuhan itu ada, maka Ia tidak akan diam dengan tindak kejahatan di dunia, ia tidak akan membiarkan ketidak adilan terjadi di dunia, dan Ia tidak akan membiarkan kita bersedih dan menderita. Bukankah Ia Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Mahakuasa?

Profesor : hmm,, begitu ya. Ya Tuhan Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Kuasa

Tuan : Benar bukan Ia tidak ada?

Sang profesor tidak melanjutkan percakapannya hingga rambutnya selesai di potong dan ia lantas meninggalkan barber shop tsb. Namun ia terhenti setelah membuka pintu keluar. Ia memperoleh inspirasi untuk melanjutkan percapannya tadi, ia berbalik dan berkata

“Yang tidak ada itu pemotong rambut seperti Anda”

Tuan pemotong rambut heran dan bertanya “Maksud Anda?”

Sang profesor mengajak tuan pemotong rambut itu keluar dan menunjuk seberang jalan. Profesor tsb menunjuk pada seorang gila yang penampilannya kusut dan rambutnya berantakan, acak-acakan. Sang profesor berkata

“Benarkah pemotong rambut seperti Anda tidak ada? Tidak benar bukan?. Anda berada sangat dekan dengan orang gila tsb, tapi apakah Anda memotong rambutnya?”

Tuan pemotong rambut berkata “Tidak mungkin aku memotong rambutnya, ia tidak pernah meminta padaku dan bagaimana mungkin, ia tidak berpikir bukan?”

Sang profesor berkata singkat “Anda pun memperlakukan Tuhan demikian”

Kisah ini saya adaptasi dari salah satu siaran radio eramuslim

3 thoughts on “Benarkah Tuhan itu Ada?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s