Memenangkan Allah Diatas Segala Urusan

Teringat perkataan Ka Cindra Tri Yuniar, SF06 ITB saat kajian Rumah Cantik Annisaa semester lalu

“memenangkan Allah diatas segala urusan, Allah akan memenangkan urusan-urusan kita”

Kalimat ini begitu melekat pada saya walau merealisasikannya masih jauh dan sangat sulit. Semakin kita disibukkan dengan urusan dunia, saya menjabarkannya dengan deadline tugas, jadwal kuliah, organisasi, ujian-ujian, dll, kalimat tsb menjadi semakin nyata. Namun, tidakkah kita yakin bahwa kalimat ini 100% adanya?

Jika kalimat “Allah akan memenangkan urusan-urusan kita” ini didefinisan selalu hanya sebagai kemenangan urusan dunia maka kita akan mendapatkan jauh dari hal sekecil itu. Pertolongan Allah pada setiap urusan-urusan kita begitu banyak dan pertolongan yang menurut saya adalah sebaik-baik pertolongan dari-Nya ketika Ia menggenggam diri kita dalam dekapan-Nya, menghindarkan kita dari kemadharatan  di dunia, dan di akhirat Ia menghindarkan kita dari siksa api neraka. Bukankan Allah telah berfirman?

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” QS. Ath-Thalaq (65) : 2- 4

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku.Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832)

Terkadang kita ragu, kita tidak percaya pada Allah sepenuhnya, suudzhon pada-Nya, masih terpikirkan pertanyaan-pertanyaan “memang benar? ah, masa iya? sudahlah jangan banyak doa, usaha dulu doa belakangan” dan berbagai contoh ketidakpercayaan lainnya. Contoh kondisi yang paling sering kita alami (sebagai mahasiswa) adalah ketika deadline tugas, saat adzan berkumandang kita akan berkata pada diri sendiri “ah sedikit lagi, nanti dulu shalatnya” yang pada akhirnya kita bisa mengakhirkan shalat lewat dari 1 jam, tilawah mah sunnah, dzikir mah tidak sempat, boro-boro shalat rawatib terlebih tahajud, wong saat shalat wajib buru-buru dan mikirin tugas, yang penting mengisi daftar presensi shalat wajib saja.

Jika demikian, tentu kita mengetahui selayak apa Allah memudahkan urusan-urusan kita. Dan Allah sungguh Maha Penyayang dan Maha Pemurah diatas perlakuan kita, hamba-hamba-Nya, Allah sungguh Mahabaik,,

2 thoughts on “Memenangkan Allah Diatas Segala Urusan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s