Karena Bahagia itu Sederhana


“Itulah hakikat sejati kebahagiaan hidup, Dam. Hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. Bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati lebih lapang, lebih dalam, dan lebih bersih. Kau tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah mendadak, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pangkat, jabatan, semua itu tidak hakiki. Itu datang dari luar, saat semua itu hilang, dengan cepat hilang pula kebahagiaan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dar luar. Saat itu semua datang dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan.

“Berbeda halnya jika kau punya mata air sendiri di dalam hati. Mata air dalam hati itu konkret, Dam. Amat terlihat. Mata air itu menjadi sumber kebahagiaan tidak terkira. Bahkan ketika musuh kau mendapatkan kesenangan, keberuntungan, kau bisa ikut senang atas kabar baiknya, ikut berbahagia, karena hati kau lapang dan dalam. Sememntara orang-orang yang hatinya dangkal, sempit, tidak terlatih, bahkan ketika sahabat baiknya mendapatkan nasib baik, dia dengan segera iri hati dan gelisah. Padahal apa susahnya ikut senang?

“Itulah hakikat sejati kebahagiaan, Dam. Ketika kau bisa membuat hati bagai danau dalam dengan sumber mata air sebening air mata. Memperolehnya tidak mudah, kau harus terbiasa dengan kehidupan bersahaja, sederhana, dan apa adanya. Kau harus bekerja keras, bersungguh-sungguh, dan atas pilihan sendiri memaksa hati kau berlatih.”

 

Ayahku (bukan) Pembohong – Tere Liye

7 thoughts on “Karena Bahagia itu Sederhana

  1. Pingback: Bahagia « Nona Senja

  2. Bahagia dan membahagiakan orang itu murah, semurah sikat gigi dan pasta gigi.

    Dengan hanya membagikan senyum yang bersih dan wangi Anda pasti bahagia dan membahagiakan.

    Orang pelit dan malas pasti tidak bahagia dan membuat orang lain menderita. Orang yang pelit untuk beli sikat gigi dan malas sikat gigi akan membuat dirinya sendiri dan orang di sekitarnya menderita.

  3. Pingback: Bahagia itu…. | dreamscoming

  4. huaa zaeee aku pun sepakat dg tere liye… masya Allah bahasa seorang novelis itu bikin hanyut ^^ aku dr dulu pengen baca novel tp suka malas menyempatkan…

    Oya zae sabtu ini ada kajian aqidah… kamu bisa ikut? btw fb mu kok bisa ga ditemukan? gmn caranya?

    • ka Rina ka Rina ka Rina aku kangen sangat sangat sangat, betulkan Ipin? betul betul betul😀
      hehe ga usah ga papa ka, aku juga kebetulan aja baca itu hehe
      bisa inshaa Allah ^^
      fb-ku memang ga ada ka, ku non aktivkan

      • aku juga mau dinonaktifkan tp kok ga bisa ya? hehe…

        aku ga ada pulsa sms zaee… pokoknya nanti in syaa Allaah tetap ada kajian tp tempat antara salman atau masjid al amanah cisitu mulai jam 10.30

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s