Doa Untuk Putraku oleh Jend. Douglas A. MacArthur

Ciptakan untukku seorang putra, ya Tuhan

yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya,

cukup berani untuk mengakui ketika ia takut.

Seseorang yang akan bangga dan tidak menyerah pada kekalahan

yang jujur, rendah hati, dan bersikap ksatria dalam kemenangan.

 

Ciptakan aku seorang putra,

yang impiannya bisa menjadi kenyataan.

Seorang putra yang mengenal Tuhan,

dan bahwa mengenal dirinya sendiri adalah dasar kuat dari ilmu pengetahuan.

 

Aku berdoa, bimbinglah ia,

tidak di jalan yang nyaman dan mudah,

namun dalam tekanan, kesulitan, dan tantangan.

Biarkan ia belajar untuk berdiri di tengah badai,

biarkan ia belajar untuk mengasihi mereka yang terjatuh.

 

Ciptakan aku seorang putra,

yang jernih hatinya, yang tinggi cita-citanya.

Seorang putra yang dapat menguasai dirinya,

sebelum ia menguasai orang lain.

Seseorang dengan keinginan untuk mencapai masa depan yang cerah,

namun tidak melupakan masa lampau.

 

Dan setelah semuanya ia miliki, kutambahkan lagi doa,

berikan ia cukup rasa humor,

sehingga ia dapat selalu serius, namun masih dapat santai.

 

Jadikan ia orang yang memiliki kerendahan hati,

kesederhanaan dari kebesaran yang hakiki.

Pemikiran yang luas atas kebijakan dan kelembutan

serta kesabaran dari kekuatan yang sebenarnya.

 

Setelah itu, aku, yang sangat mencintainya,

akan berani menyatakan bahwa, “hidupku tidak sia-sia.”

 

-Doa Untuk Putraku oleh Jenderal Douglas A. MacArthur-

***

Tulisan ini terpampang pada sebuah bingkai besar di dinding ruang DMK Masjid Salman ITB. Ketika untuk pertama kalinya saya masuk ke ruang ini saat tingkat 3, saat itu pula saya membacanya. Sebuah doa yang indah. Namun heran, mengapa harus Douglas? seorang jenderal nasrani. Mengapa tidak doa yang diucapkan Rasulullah, para nabi, atau para sahabat ?. Ketika saya bertanya pada teh Didah saat itu, ia menjawab “beliau saja bisa berdoa sebaik itu.” “Terlebih kita seharusnya” lanjut saya dalam batin. Dan benar bahwa rahmat Allah meliputi semesta alam, dan hikmah bisa kita temukan dari siapapun termasuk mereka yang mengingkari-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s