Mengingat Nikmatnya Belajar

Sudah lama rasanya saya belum menemukan kembali nikmatnya belajar dan menuntut ilmu senikmat ketika masa-masa persiapan SNMPTN dulu. Saat itu saya belajar luar biasa keras tanpa beban, tanpa keluh kesah, dan tanpa paksaan. Ketika itu saya dan teman-teman yang sebagian besar adalah teman dekat di kepengurusan KIR dan SRI (Rohis) memilih bimbel Nurul Fikri yang hanya berjarak sekitar 200 m dari sekolah kami. Kami terpisah ikhwan-akhwat (dan itu sangat menyenangkan, karena jujur saya akui intelejensi mereka sangat tinggi pada umur-umur tersebut dan mereka suka ribut jadi lebih enak dipisah hehe) dan sebagian besar dari kami mengikuti kelas super intensive (menitikberatkan pada SNMPTN tidak hanya UAN).

Saya adalah murid yang selalu datang pertama di pagi hari (karena rumah saya jauh dan saya harus berangkat bareng bapak dan ibu yang masuk kerja jam 7 pagi). Kebiasaan itu menjadi nilai lebih bagi saya pribadi, makasih banyak bu, pak🙂. Kelebihan lain adalah saya sering sekali duduk di bangku terdepan, bukan karena apa, mata saya minus 3 saat itu dan suka lupa bawa kacamata jadi terpaksa duduk lebih dekat dengan papan tulis.

Masa-masa itu sungguh menyenangkan ya Allah,,

Kami tebak-tebakan soal bersama, teman-teman yang belum berkerudung pada akhirnya berkerudung (salah satu peraturan Nurul Fikri), kami saling mendoakan satu sama lain, shalat bersama-sama di masjid Al-Aqsa di samping gedung les, menggosip tentang kakak favorit ini dan itu, berusaha ‘menjatuhkan’ kelas ikhwan, berbondong-bondong minta kelas tambahan, jajan bareng-bareng, berbagi info UM PTN bersama, berangkat SNMPTN bersama, saling mengingatkan shalat tahajud, saling berbagi trik dan tips memecahkan soal, berusaha memperebutkan pensil sakti, dan banyak lagi hal lainnya. Tidak ada sikut-sikutan teman dan contek-contekan, kami saling berkompetisi secara sehat🙂

Ya Allah, saya ingat sekali nikmat saat-saat itu. Saat Engkau memberikan lebih dari yang hamba minta padahal saya bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa yang pantas untuk Engkau kabulkan doa-doa dan ikhtiarnya

Dan saat ini saya merasakan kembali getar keinginan yang kuat seperti saat itu, keinginan yang begitu besar untuk bisa menuntut ilmu-Mu di tempat tersebut. Ya Allah jika Engkau berkenan, mampukan hamba, mampukan hamba ya Rabb,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s