Dipertemukan dan Dipisahkan

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al A’raf: 34)

Mereka yang dekat atau begitu dekat dengan kita saat ini, belum tentu akan sama dekatnya dikemudian hari. Akhir-akhir ini saya menyadari bahwa nikmat silaturrahim adalah nikmat yang sangat besar. Terkadang kita tak pernah mensyukurinya atau bahkan menyadarinya. Ketika tahun pertama kuliah dulu saya pernah bermimpi melakukan banyak hal dengan teman-teman terdekat dan terbaik saya kala itu, hingga pada akhirnya kami terpisah jarak. Jarak itu tidak jauh, hanya berbeda program studi, namun cukup untuk membuat bentang tercapainya mimpi-mimpi tersebut. Dan tanpa sadar pertanyaan-pertanyaan “adakah yang salah dari caraku menjaga hubungan ukhuwah kita?” yang berakhir dengan perasaan rindu teramat dalam dan menyisakan kesedihan dan penyesalan “andai saya berusaha jauh lebih baik saat itu.”

Time

Dan kini, beberapa minggu terakhir berbagai kabar berita duka datang silih berganti, memberi hentakan dan pengingat akan kematian yang datang tanpa disangka-sangka. Bahwa Allah memiliki rahasia besar ‘kapan Dia hendak memutus waktu kita untuk beramal di bumi-Nya’. Sesungguhnya nikmat bertemu wajah dan fisik saudara-saudara yang kita cintai adalah nikmat yang luar biasa besar. Amat terasa berharganya sesuatu ketika kita telah kehilangan, seamat terasa penyesalan mengabaikan keberadaannya ketika ia ada dan penyesalan banyaknya dosa yang kita lakukan padanya sebelum kita sempat meminta maaf.

Ya Allah, Engkau Mahapemberi kesempatan selayaknya Engkau Mahapemutus jarak, maka dekatkanlah kami dengan kesempatan merajut ukhuwah dan kasih sayang dengan orang-orang yang kami dan Engkau cintai hingga saat Engkau hendak memutus jarak antara raga diantara kami, tidak ada penyesalan dan itulah sebaik-baik akhir waktu kami beramal di bumi-Mu dengan bekal amal jariyah dan doa orang-orang yang kami cintai, aamiin ya Rabb.

Mengapa kita ditemukan
dan akhirnya kita dipisahkan
Munkinkah menguji kesetiaan,
kejujuran, dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita
ada rahmat dan kasihnya
Andai ini ujian
terangilah kamar kesabaran

[Brother – Untukmu Teman] 

2 thoughts on “Dipertemukan dan Dipisahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s