Mengikhtiarkan Panggilan-Nya (Jazakillah Khair Dinni dan Sasha :))

Tepatnya tanggal 20 Januari 2014, semua niatan itu bermula dengan ikhtiar yang saya upayakan –yang walaupun sedikit demi sedikit– hingga hari ini dan kemudian, inshaa Allah. Sore itu setelah seharian saya hanya istirahat karena sejak seminggu sebelumnya saya kurang sehat, tanpa saya duga beberapa sahabat baik saya datang menjenguk. Mereka diam-diam merencanakan kedatangannya yang sebelumnya dikoordinasikan lewat whatsApp (hehe luar biasa teknologi satu ini). Mereka seingat saya adalah teh Icha, Nida, Dayu, Seny, Irine, Bonita, dan Dinni (sepertinya ada seorang lagi, hmm… semoga tidak kurang menyebutkan nama-nama mereka hehe). Jazakumullah khairan katsiraa teman-teman untuk kehadiran dan inspirasinya🙂

Seluruh niatan ini datang ketika Dinni menceritakan dari A hingga Z seluruh pengalamannya sebulan yang lalu ketika ia pergi umrah bersama seluruh anggota keluarganya. Kami jadi membuat seperti lingkaran halaqah karena saya sebenarnya sudah cukup sehat hari itu, justru Dinni yang batuk dan flu (maaf ya kamu jadi banyak bicara jadinya >_<, semoga dibalas dengan kebaikan-Nya berlimpah-limpah Dinni sayang :)).

Sebenarnya Dinni bercerita cukup lengkap dan memberikan banyak tips dan gambaran keadaan disana, tapi karena diantara kami belum pernah ada yang umrah (kecuali teh Icha yang sudah pulang duluan) jadi ilustrasi bayangan kami berbeda-beda. Cerita itu terkadang ditambahkan oleh Nida yang ayah, ummi, dan adik kostannya sudah pernah berbagi cerita tentang umrah mereka. Jadilah selama Dinni cerita kami sangat termotivasi sekaligus merasa bersalah sangat memimpikan mau jalan-jalan ke luar negeri ini itu atau melanjutkan kuliah ke negeri ini itu dan memintanya dalam doa tanpa pernah bersungguh-sungguh berdoa agar Allah mengizinkan kami ke rumah-Nya. Ya Allah… tanpa sadar tangisan itu jatuh tidak tertahan mengingat betapa butanya kami akan dunia tanpa pernah meniatkan dengan sungguh-sungguh ibadah haji yang termasuk dalam rukun islam, astaghfirullah… maafkan kami ya Rabb

Tidak berlangsung lama setelah hari itu, 3 hari kemudian tepatnya 23 Januari, saya melihat postingan Annisa Fitriani –Sasha istri ka Ibung (salam kenal lagi Sasha :))– di timeline Facebook. Ya Allah, ‘kebetulan’ yang berturut-turut ini semakin menyentil saja, maka saya mention teman-teman yang saat itu hadir juga. Silahkan teman-teman baca postingan beliau disini, bahasanya menarik, ilustrasinya juga cukup baik, dan yang terpenting benar-benar memotivasi, selain itu kalian akan ditemani lantunan Thank You Allah dari Maher Zain. Setelah hari itu juga saya mulai mengikuti setiap tulisan beliau hehe, ya jadi salah satu penggemar tulisannya.

Oke, sedikit menambahkan tulisan Sasha, Dinni menyarankan untuk memilih travel yang tidak memberikan pelayanan hotel mahal atau fasilitas luxury lainnya, tapi pilihlah travel yang efektif seperti memberi layanan hotel yang dekat dengan lokasi ibadah seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kenapa? karena tujuan sepenuhnya adalah untuk ibadah, jauhnya hotel menjadi salah satu tantangan tersendiri dan juga sayang untuk menyewa hotel mewah tapi malah jadi banyak ditinggal pergi karena waktu disana akan lebih banyak dihabiskan ke masjid. Selanjutnya, disana jangan ikut-ikutan apa-apa yang terlihat ‘aneh’ karena tidak hanya muslim Sunni yang beribadah disana tapi juga muslim Syi’ah dan muslim golongan lainnya, jadi jangan ikuti bid’ah atau apapun yang diharamkan ya. Terakhir, sebaiknya pilihlah waktu keberangkatan travel pada bulan-bulan musim dingin atau ketika bulan Ramadhan. Musim dingin disana sama seperti udara Bandung normal, adem dan berangin, sedangkan musim panasnya wuiiihhh bisa buat ubun-ubun pusing untuk yang tidak terbiasa. Musim dingin ini jatuh sekitar bulan Desember. Sedangkan untuk bulan Ramadhan tentu karena limpahan pahala yang berlipat-lipat *mata berbinar-binar hehe.

Celengan

Ikhtiar saya itu saya mulai dengan berdoa dalam setiap shalat. Sepakat dengan perkataan Aa Gym “Allah tidak mengundang mereka yang mampu untuk ke baitullah, melainkan memampukan mereka yang ingin Ia undang”. Jangan pesimis, optimislah!. Ikhtiar real-nya adalah dengan menabung, sedikit-demi sedikit pasti bisa. Celengan disamping ini adalah pemberian ibu saat saya tingkat pertama kuliah, ya karena permintaan saya juga. Sebelumnya tahun 2011 saya pergunakan untuk celengan Qurban 2012, walau pada akhirnya dapat subsidi juga dari bapak ibu hehe. Dan kini, 2014, celengan ini akan diisi untuk mimpi saya 2016, aamiin. Kalau sehari diisi Rp. 5000, setahun akan terkumpul Rp. 1.825.000. Sedangkan jika diisi Rp. 10.000 setiap harinya akan terkumpul Rp. 3.650.000. Jika saya menabung untuk 3 tahun maka untuk travel sekitar 18 jutaan dalam sehari saya harus mengumpulkan setidaknya Rp.16.000 sampai Rp. 17.000. Sejujurnya untuk kondisi saya sekarang yang sudah lulus, ini jadi hal yang menantang karena tidak seperti sebelumnya saya tidak pernah dijatah orang tua melainkan dikirimkan terus-menerus, maka saat ini berbeda. Meminta adalah hal yang paling segan dilakukan, maka menabung dan menjatah tiap minggu adalah solusinya. Sangat tidak mudah menjatah seperti nominal target diatas karena kebutuhan mendadak seringkali datang.

Maka solusinya jangan pernah tinggalkan shalat dhuha, dan usahakan sebanyak mungkin berpuasa untuk menahan segala nafsu duniawi. Bisa? Inshaa Allah bisaaa… ! karena Allah tidak pakai logika dan hitungan manusia, maka berbaiksangkalah pada-Nya dan ikhtiarkan sungguh-sungguh. Tips dari saya, kalau nanti sudah terkumpul Rp.3.000.000 mulailah cari travel-nya untuk biaya DP, agar niatan kita semakin mantap dan tidak berbelok di tengah jalan. Selain itu hitung-hitungan ini jangan menjadikan kita tidak bersedekah ya, jangan!. Usahakan selalu bersedekah walaupun tidak banyak. Tips terakhir, mulailah coba membiasakan shalat Fajar, shalat Tasbih, dan shalat sunnah lainnya agar ketika disana pun jadi terbiasa🙂

“Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak” Al-hadid: 11

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” At Thalaq: 2-3

Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, “Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”

Labbaikallaahumma labbaiik…
Aku sambut panggilan-Mu ya Allah…
Aku sambut panggilan-Mu….

Labbaiika laa syariika laka labbaiik..
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah..
dan tiada sekutu apapun bagi-Mu..

Innal hamda.. wanni’mata.. laka walmulk..
laa syariikalak…
Sesungguhnya segala puji, dan nikmat, dan kekuasaan,
hanya bagi-Mu tanpa sekutu apapun bagi-Mu…

2 thoughts on “Mengikhtiarkan Panggilan-Nya (Jazakillah Khair Dinni dan Sasha :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s