Sirah Jenaka #1 Tidak Berbohongnya Rasulullah

Peristiwa ini terjadi tatkala Rasulullah bersama Abu Bakar ash-Shiddiq memata-matai kaum Quraisy untuk mengetahui seberapa besar kekuatan dan posisi mereka pada perang Badar.

Tatkala beliau sedang berputar-putar di sekitar pasukan Makkah, tiba-tiba beliau berpapasan dengan seorang Arab yang sudah tua. Beliau bertanya kepadanya tentang pasukan Quraisy dan Muhammad. Beliau menanyakan kedua pasukan untuk penyamaran.

“Aku tidak akan memberitahukan kepada kalian sebelum kalian memberitahukan kepadaku, dari mana asal kalian berdua,” kata orang tua itu.

“Beritahukan kepada kami, nanti akan kami beritahukan kepadamu darimana asal kami,” sabda beliau.

“Jadi begitukan ?” tanya orang tua itu.

“Benar,” jawab beliau.

“Menurut informasi yang kudengar, Muhammad dan rekan-rekannya berangkat pada hari ini. Jika informasi ini benar, berarti pada hari ini dia sudah tiba di tempat ini (tepat di tempat pemberhentian pasukan Madinah). Menurut informasi yang kudengar, Quraisy berangkat pada hari ini. Jika informasi ini benar, berarti mereka sudah tiba di tempat ini (tepat di tempat pemberhentian pasukan Makkah).” Setelah itu dia bertanya, “Lalu darimana asal kalian berdua?”

Beliau menjawab, “Kami berasal dari setetes air.”

Setelah itu beliau beranjak pergi, meninggalkan orang tua itu terlongong keheranan, “Dari setetes air yang mana? Ataukah dari setetes air di Irak ?” [1]

Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, Sirah Nabawiyah (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010), h.233-234

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s