Jadilah Terkesan, dan Bukan Mengesankan

Kita sering mengira bahwa jika kita dapat mengesankan orang lain, kita dapat memengaruhi mereka. Kita ingin menjadi pahlawan bagi orang lain–menjadi lebih besar daripada kehidupan itu sendiri. Sikap ini dapat menimbulkan masalah karena kita adalah mahluk hidup yang benar-benar nyata. Orang bisa melihat siapa diri kita yang sebenarnya. Jika mengesankan orang lain adalah sasaran kita, kita membesar-besarkan kehebatan kita dan akhirnya menjadi sombong–dan hal itu justru membuat sebal orang.

Jika Anda ingin memengaruhi orang lain, jangan coba mengesankan mereka. Kebanggaan itu tidak lebih dari sekedar bentuk mementingkan diri sendiri, dan kepura-puraan hanyalah jalan untuk menjauhkan orang agar mereka tidak tahu siapa Anda sebenarnya. Alih-alih membuat orang lain terkesan, biarlah mereka yang mengesankan Anda.

Ini masalah sikap. Orang-orang berkarisma, yang mampu menarik orang lain agar mendekat, adalah mereka yang berfokus pada orang lain, dan bukan pada diri sendiri. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang orang lain. Mereka mendengarkan. Mereka tidak berusaha menjadi pusat perhatian. Dan mereka tidak pernah berpura-pura sempurna. [1]

–The 360Leader

John C. Maxwell, The Maxwell Daily Reader (Jakarta: Penerbit PT Bhuana Ilmu Populer, 2007), h.17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s