Mengapa Leo Tolstoy, Jane Austen dan Lainnya Begitu Terkenal?

Dalam baris karya sastra klasik dunia, nama Shakespeare, Leo Tolstoy, Jane Austen, Jules Verne, The Brothers Grimm, Harper Lee, dan lainnya bukanlah nama yang asing dan bahkan disebut-sebut sebagai masterpiece. Yet, I just wondering why they are so popular? seperti kisah Romeo and Juliet karya Shakespeare, Anna Karenina karya Leo Tolstoy, atau Pride and Prejudice karya Jane Austen. Ketiga karya tersebut memiliki persamaan, sama-sama berbicara tentang ‘cinta’ yang menurut pandangan saya cukup klise. Namun bukan disana letak keterkenalannya, melainkan kapan hal tersebut terjadi dan keberanian mereka menulisnya yang menghantarkan mereka sebagai innovator dan anti mainstream pada masanya. Di Indonesia sendiri, hal ini seperti kisah Siti Nurbaya karya Marah Rusli yang mengisahkan tentang fenomena saat itu tentang perjodohan sebagai ganti melunasi hutang.

Mungkin demikian seperti halnya Shakespeare yang berbicara tentang cinta dua insan yang mempertaruhkan pertikaian kedua nama keluarga, dimana saat itu harga diri dan nama baik jauh lebih penting dari cinta, dan dimana pula saat itu bahasa cinta bukanlah hal yang lumrah lalu Shakespeare lahir sebagai pioneer. Ataukah seperti Anna Karenina yang bercerita tentang perselingkuhan wanita terpandang? yang hal itu adalah sangat tabu untuk dibicarakan. Atau seperti keluarga Bennet dalam Pride and Prejudice yang berisikan 5 orang bersaudara –yang semuanya adalah wanita– yang pada saat itu berhasil menikahkan anak perempuan adalah hal yang sangat disyukuri mengingat hukum menetapkan wanita tidak mendapat harta warisan sama sekali sepeninggal orang tua mereka, dan berpengetahuan bukanlah hal yang penting bagi wanita, yang pada akhirnya mencetuskan Feminisme?

Entahlah, saya hanya pernah membaca bagian awal Pride and Prejudice dan selebihnya membaca resume. Namun, saya rasa pelajaran yang bisa ditarik dari mereka adalah tentang menulis dan keberanian mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi saat itu. Hingga selanjutnya, berabad-abad kemudian setiap pembaca dapat tergambarkan dengan jelas mengenai pelik yang saat itu terjadi dengan latar kondisi sosial politik, meskipun yang mereka bicarakan hanyalah kisah cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s