Gus Dur “DPR Tempatnya Preman Politik”

Lalu saya mengutarakan niat saya kepada Gus Dur. Saya bilang, “Gus, saya mau mencalonkan diri sebagai anggota DPR.” Saya memberi alasan pencalonan saya karena saya wakil pimpinan partai. Selain itu, orang-orang Madura, tempat asal saya, meminta saya menjadi calon anggota DPR.

“Nggak boleh,” kata Gus Dur waktu itu. “Antum itu nggak cocok di DPR. Di DPR itu banyak bohongnya. Jadi di situ harus orang yang pintar berbohong juga. Kalau di situ, Antum harus pintar berbohong. Orang seperti ini kok mau di DPR, nanti malah frustasi.” Antum yang berarti Anda untuk laki-laki, adalah sapaan akrab Gus Dur kepada orang-orang yang ia anggap dekat.

Kemudian Gus Dur mengatakan, “Sudahlah empat orang nggak usah di DPR. Nanti saya carikan tempat yang bagus.” Keempat orang yang dimaksud Gus Dur adalah Alwi Shihab, saya, Khofifah Indar Prawangsa, dan AS Hikam. “Yang empat orang ini akademisi tulen, yang nggak bisa bermain bohong-bohongan. DPR itu tempatnya preman politik.” Biar saya carikan orang-orang yang berani berkelahi di sana,” kata Gus Dur lagi, sembari menambahkan, “Kalau antum ndak usah. Antum nanti saya carikan tempat yang baik. Saya akan usahakan Pak Mahfud nanti ke Mahkamah Agung. Mahkamah Agung itu cocok, agar bisa memperbaiki hukum dan membenahi undang-undang.” [1]

1 Rita Triana Budiarti, KONTROVERSI MAHFUD MD Jilid I (Jakarta: Penerbit Konstitusi Press (Konpress), 2012), h.50-51

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s