Syair Abu Nawas

Ilahi lastu lilfirdausi ahla,
Walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz-dzanbil azhimi…

Dzunubi mitslu a’daadir-rimali,
Fahabli taubatan ya Dzal Jalaali,
Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi,
Wa dzanbi zaaidun kaifa-htimali

Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak,
Muqirran bi dzunubi wa qad da’aaka
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,
Wain tadrud faman narju siwaaka

Wahai Tuhanku… aku sebetulnya tak layak masuk surgaMu,
tapi… aku juga tak sanggup menahan amuk nerakaMu,
karena itu, mohon terima taubatku ampunkan dosaku,
sesungguhnya Engkaulah maha pengampun dosa-dosa besar
dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir
maka berilah ampunan oh Tuhanku yang Maha Agung

Setiap hari umurku terus berkurang
sedangkan dosaku terus menggunung,
bagaimana aku menanggungkannya

Wahai Tuhan, hambaMu yang pendosa ini
datang bersimpuh ke hadapan-Mu
mangakui segala dosaku
mengadu dan memohon kepada-Mu

Kalau Engkau ampuni itu
karena Engkau sajalah yang bisa mengampuni
tapi kalau Engkau tolak,
kepada siapa lagi kami mohon ampun selain kepada-Mu? [1]

1 A. Fuadi, Negeri 5 Menara (Jakarta: PT Gramedia, 2009), h.143-144

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s