Haciendas

Ka Zai seorang petani, yang menggarap haciendas milik kalian. Sebuah lahan pertanian luas yang tidak dapat dijangkau dengan jalan darat, tetapi jalan-jalan sungai atau landasan pesawat kecil di padang rumput. Bersama-sama kita menjaga ladang itu, ladang amal yang kita semai hingga musim panen tiba. Dan kini musim panen itu hanya tinggal menghitung hari, menyisakan hari-hari terakhir ka Zai untuk menggarapnya, memberinya bibit dan air untuk terakhir kalinya. Kapal kecil kakak sudah kakak siapkan di tepi sungai untuk mencari haciendas lainnya.

Andai tidak ada kata ‘bergulir’, kita mungkin masih akan sama, seperti kapanpun sampai masing-masing berpisah. Tapi perpisahan itu tidak berarti kita tidak berjumpa bukan? kita masih bisa saling bersilaturrahim🙂. Kalian tahu, ka Zai sayang sekali dengan kalian, sayang sekali. Allah baik sekali mempertemukan kita, Allah sungguh Maha Baik, memberikan ka Zai pengingat seperti kalian, adik-adik perempuan yang sangat kakak sayangi. Saat kalian bertanya, “kenapa kami di transfer? ka Zai sudah bosan sama kami? apa kami buat salah?” kakak hanya jawab, “sudah waktunya kalian tidak dengan ka Zai, kalian akan dibina dengan orang yang jauh lebih baik, tidak seperti kakak, dan kalian akan jadi luar biasa insyaa Allah” dan saat kalian jawab “tapi hati kami sudah sama ka Zai”. Ya Allah rasanya dunia dan seisinya tidak bisa menggantikan rasa bahagia dan terima kasih itu. Bukan sistem yang meminta kakak menggulirkan kalian, tapi kakak yang memilih untuk menggulirkan kalian. Agar kalian memperoleh hasil panen yang lebih baik, yang digarap oleh orang yang lebih berkapasitas yang kakak percayai untuk menjaga lahan itu, lahan kalian. Hingga akhirnya kalian semakin istiqamah di jalan ini, insyaa Allah.

??????????

Terima kasih untuk doa-doa yang kalian tuliskan, ka Zai simpan itu baik-baik dan kita sama-sama mendoakan. Terima kasih juga untuk tawaran saat itu🙂. Terima kasih untuk selalu datang dan memberi izin syar’i saat tidak bisa. Terima kasih untuk selalu memberi tempat bagi kakak. Terima kasih banyak Mega, Niken, Nuke, Fitri, Halimah, Rahmi, Ilma, Melati, Nove, Asma, Hani, Niza, Lia. Ka Zai punya banyak hal yang ingin diucapkan tapi rasanya sulit sekali menggambarkannya dalam kata-kata. Ka Zai bersyukur sekali bertemu kalian, sangat bersyukur, terima kasih banyak :’)🙂

Antum ruhun jadidah tarsi fi jasadil ummah, kalianlah jiwa-jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat” – Hasan al-Banna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s