Untuk Direnungkan

Mahabesar Allah yang telah menciptakan hamba-Nya dengan takdir dan rizki untuk bertemu dan dipertemukan dengan mereka yang senantiasa mengingatkan kita pada-Nya, alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Maka tiap-tiap hari Sabtu bagi saya hampir selalu menyenangkan, karena hari itu saya akan bertemu adik-adik, Riry, Ellis, Ami, teh Nisa, Ustadz Abuyahya, mengikuti kajian islam, atau bertemu dengan saudari-saudari yang lain. Dan hari ini saya bertemu Shelli, saudari yang saya cintai karena-Nya, yang sangat saya sayangi🙂

Shelli, semoga Allah limpahkan rahmat-Nya padamu karena Shelli selalu mengingatkanku pada-Nya, semoga Allah pertemukan kita kembali dalam naungan-Nya. Shelli adalah sebagian dari orang-orang yang ditakdirkan Allah untuk senantiasa mengingatkanku bahwa dunia ini hanya titipan, hanya sementara, sebagai sarana untuk kita bertasbih memuji dan meninggikan-Nya. Terkadang menyakitkan bukan mendapati bahwa diri ini selalu lupa, lalai, lagi dan lagi. Terlalu banyak tertawa, terlalu banyak hura-hura, terlalu banyak mengabaikan, terlalu banyak menggampangkan persoalan, terlalu banyak menyombongkan diri, terlalu banyak menyakiti orang lain, terlalu banyak membenamkan diri dalam perasaan yang tidak berujung pada-Nya, dan terlalu-terlalu lainnya. Shelli… terima kasih banyak, 1 jam yang sangat berharga, sangat berharga. Tentang pesanmu, sharing-mu, kasih sayangmu, pelukanmu, dan kata-kata “Zae, kita bertemu beberapa bulan lagi ya, insyaa Allah”

Best_of_companion.jpg

“Zae, kalau kita yakin agama ini yang benar, kita seharusnya tidak ragu bukan? Kita ngga akan peduli pandangan orang lain yang menganggap aneh bukan? Kenapa kamu pakai bajunya longgar-longgar, kerudungnya panjang-panjang, dan sebagainya, ia kan?”

“Ya Shel, kamu benar, dan mungkin saat osjur atau saat rapat, kita ngga akan sungkan untuk minta izin shalat… dan yang lainnya”

Hanya sebagian dari percakapan panjang kita dan energiku kembali meningkat. Shel, kamu berharga sekali. Rasanya Allah kirimkan kamu hari ini untuk benar-benar menegurku, untuk mengingatkanku, untuk membuatku merenung tentang apa tujuan kita diciptakan. Shelli, aku berdoa semoga Shelli memeroleh Surga Firdaus-Nya, berada di atas dipan-dipan dengan sungai-sungai mengalir di bawahnya, karena Shelli telah mengingatkanku pada-Nya. Shelli, Zae sayang Shelli karena Allah, sayang sekali🙂

2 thoughts on “Untuk Direnungkan

  1. Zaeeee, ku pun insyaa Allah sayaaaaang sekali sama zae, karena Allah. :”)
    *peluk virtual*
    Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, ibroh yg zae terima, bahkan sangat sangat lebih dari apa yang aku sampaikan. Maafkan aku malah mengganggu sesi curhat zae dengan sesi curhat aku, huks.
    Mari semangat zae!
    Allah sudah mengaruniakan tahun-tahun yang sangat indah buat kita memupuk cinta pada Nya, sekarang saatnya kita menebarkan pupuk itu kepada yang lain, agar cinta kita pun tetap tumbuh dan berkembang, tapi tak sendiri. Hehe. Hayu sama-sama belajaaar, bersikap sebagai muslimah sejati, yang yakin bahwa aturan Allah yang paling tepat, dan ga malu menunjukkan bahwa kita adalah muslimah, dengan pilihan2 kita.
    Hadeu, kepanjangan.
    Maaf ya zae,
    Uhibbuki fillah :”)

    • Shelli ia, ia, ia kucatat semua dalam memoriku tentang pesan-pesanmu🙂
      mari jadi muslimah sejati yang menjadi ummahat para generasi rabbani…. aih beraaat bahasannya hehe tapi serius ini kita ya🙂
      makasih banyak Shelli :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s