Fir’aun dan Taubatnya

“Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir’aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam dia berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri)” Yunus (10): 90

Hal yang paling membuat ayat ini menarik bagi saya adalah kenyataan bahwa Allah membelah lautan menjadi 12 dihadapan Fir’aun, bala tentaranya, serta Musa dan Bani Israil. Bayangkan suatu lautan yang disebrangi dengan menuruni dasarnya (yang mungkin puluhan hingga ratusan meter) terbelah menjadi jalur, dengan airnya mengapung tinggi diatasnya. Saya rasa itu pasti berkali-kali lipat lebih menyeramkan dari tsunami sekalipun. Namun tahukah kalian bahwa tidak ada pengakuan sedikitpun bahwa dirinya (Fir’aun) bukanlah Tuhan, meski itu terjadi di depan matanya.

Sebaliknya saat Bani Israil dan Musa as. hampir tersusul di seberang lautan, barulah ketika itu Fir’aun menyatakan keimanannya, namun Allah tidak menerima taubatnya. Disinilah kedua pelajaran itu bertemu, dimana Allah memberikan kesempatan taubat yang begitu besar bagi Fir’aun dengan menunjukan kelemahan dirinya serta kebesaran-Nya disaat bersamaan. Apakah Fir’aun tidak takut saat melihat laut terbelah? ya, ia sangat takut, namun ia tetap tidak beriman. Dan kesempatan itu terbuka lebar hingga ia hampir sampai di ujung seberang lautan lalu terlambat semuanya.

“Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” Al-Alaq: 6

“…Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata” Az-Zumar: 22

An-Nazi’at (79):
15. Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?
16. Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa;

17. Pergilah engkau kepada Fir’aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,
18. Maka katakanlah (kepada Fir’aun), “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan),
19. dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya”
20. Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar
21. Tetapi dia (Fir’aun) mendustakan dan mendurhakai
22. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa)
23. Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya).
24. (Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”
25. Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia.
26. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s