Dua Cinta yang Berbeda – Mush’ab bin Umair

Mengapa Allah mengatakan ‘saling mencintai karena-Ku’ bukan karena kebaikan orang tersebut? Karena keduanya sangat berbeda
Saat seseorang mencintai orang lain karena Allah, ia akan saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran sekalipun hal tersebut menyakitinya, menyakiti orang tersebut, ataupun merenggangkan hubungan diantara keduanya. Tapi saat kita mencintainya karena kebaikannya mungkin yang terjadi sebaliknya, kita lebih khawatir pandangannya terhadap nasehat yang kita berikan dibandingkan nasehat itu sendiri. Konsekuensi terbesarnya adalah keduanya bisa saling menjauh

Sebagian tahu bahwa anak perempuan yang sudah baligh harus menutup auratnya di depan nonmuhrimnya. Sebagian orang tahu bahwa sekalipun menutup aurat tapi dengan hanya membalutnya maka belum cukup dikatakan menutup. Dan sayangnya sebagian besar muslimah berhijab menggunakannya, kerudung menerawang, tidak menutup dada, pakaian yang membentuk lekuk tubuh dan lain sebagainya. Saya termasuk dalam sebagian orang itu.
Dan betapa sulitnya saya menasehati atau membisikkan ‘Fulanah, kerudungnya menerawang, kelihatan sekali rambut dan lehermu’ atau ‘Pakaian kamu membentuk sekali loh terutama bagian dada dan pinggang’. Yang saya lakukan sebaliknya, bersikap biasa saja tapi dalam hati berkata ‘percuma’

Dan saya berpikir apakah ini karena saya terlalu banyak mengkritisi orang lain tanpa berkaca bahwa saya seharusnya banyak melihat pada diri sendiri. Pasti banyak orang yang ingin menasehati saya tapi mereka enggan karena saya mungkin akan ‘tersinggung’ bukan merasa bersyukur. Dan itu yang terjadi saat kita mencintai orang lain sebatas karena cinta, bukan karena-Nya. Pandangan mereka jauh lebih menakutkan dibandingkan harapan kebaikan dan perubahan untuk orang yang kita inginkan agar Allah juga mencintai-Nya

Maka mencintai karena Allah adalah tingkatan tertinggi, jauh lebih tinggi dari cinta karena hubungan darah, persahabatan, atau yang lainnya. Karena tanpa sadar ke-enggan-an untuk saling menasehati karena-Nya itu bisa jadi muncul pada saudara kandung sendiri, sahabat sendiri, atau bahkan orang tua dan anak sendiri. Ini yang pernah dirasakan Mush’ab bin Umair, duta pertama dalam islam dan ‘kembar Rasulullah’ di awal-awal keislamannya. Ia justru menghindari ibu dan saudara laki-lakinya karena kecintaan luar biasa kepada mereka. Tapi saat cinta itu berubah menjadi karena-Nya, ia justru menangis-nangis dan memohon agar mereka mau memeluk islam, karena ia tidak ingin keduanya memperoleh murka dan azab-Nya kelak. Dua hal yang berbeda? sangat-sangat berbeda

Dan dari sekian orang-orang yang saya cintai, saya sadar kecintaan kepada-Nya hanya muncul pada segelintir kecil orang, sangat-sangat-sangat sedikit. Maka sungguh benar apa yang Allah katakan,
“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kalian membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kalian tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Al-Anfal: 63

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman, “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” HR. Muslim

Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata, Kau mau kemana? Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini” Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu?” Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT” Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya”. HR. Muslim

One thought on “Dua Cinta yang Berbeda – Mush’ab bin Umair

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s