Bersyukur

Terkadang apa yang orang lain katakan pada diri kita dengan label “keberuntungan” atau serupanya, justru bukan hal yang kita rasakan. Saya sulit membedakan kondisi seperti apa yang membuat saya lebih baik atau lebih beruntung dari orang lain.

“Kamu beruntung karena sudah menemukan jurusan yang kamu cintai” dan saya hanya diam dan membatin “Dan kamu sudah menemukan pekerjaan yang kamu inginkan”
“Kamu beruntung karena kamu bukan orang yang mudah iri dengan pencapaian orang lain” dan saya terdiam, Tapi karena itu saya tidak mudah termotivasi, dan itu menyedihkan. Saat seharusnya saya tergetar dan terpecut untuk menghapal Qur’an karena teman-teman terdekat saya melakukannya, motivasi itu tidak lantas datang begitu saja. Saya bersyukur karena dengannya rasa iri dan dengki itu tidak mudah hinggap, tapi terkadang saya terlalu tidak peduli bahkan untuk motivasi kebaikan sekalipun.
“Kamu beruntung bisa bekerja dengan waktu panjang dan tidur lebih sedikit” lalu saya berpikir betapa tidak terlalu menyenangkannya hal itu. Saya sulit tidur di malam hari dan baru bisa terlelap menjelang subuh. Andai ia tahu bahwa itu tidak menyenangkan, ketika kamu merasa lelah pada saat orang lain merasa bersemangat, dan begitu pun sebaliknya. Betapa bahagianya orang yang bisa tertidur pada saat yang ia inginkan.
“Kamu beruntung masih punya banyak waktu untuk diri sendiri.” Andaikan ia tahu bahwa saya ingin merasakan lelahnya bekerja keras sepertinya pada saat seperti ini.
“Kamu beruntung punya nilai yang bagus.” Tapi nilai ini tidak bisa membeli pengalaman seperti yang kamu dapatkan.

Entah ‘kondisi lebih baik’ itu dapat didefinisikan seperti apa. Karena kita tidak pernah tahu apakah kondisi kita berada pada rahmat atau musibah, karenanya kita hanya bisa berbaik sangka dan bersyukur pada apa yang Allah berikan saat ini. Instead of feeling lucky, I want to be grateful for what Allah gives

Kami tak tahu, ini rahmat ata musibah. Kami hanya berprasangka baik kepada Allah.” Al-Manshur Saifuddin Qalawun (Dikutip dari buku Dalam Dekapan Ukhuwah karya Salim A. Fillah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s