Menjadi Ibu

Menjadi ibu yang baik adalah impian terbaik yang ingin saya wujudkan. Saat saya memiliki seorang anak saya rasa akan banyak kebahagiaan yang Allah titipkan, insyaa Allah. Om Kahfi mengatakan saat menjelaskan surat At-Taubah: 24, “Jika… anak-anakmu adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya…”, saat itu beliau berkata “Saya punya anak lelaki satu-satunya, usianya 6 tahun dan ayat ini benar sekali dalam menjelaskan hal tersebut. Perasaan bahagia dan sayang saat memiliki anak lebih besar dari perasaan pada orang tua. Anak saya suka menangis kalau saya pergi, dan bilang ‘Ayah kenapa ngaji terus?’ Walaupun saya hanya mengajar seminggu sekali. Kami seperti teman bermain bukan seperti ayah dan anak” dan saya bisa melihat rasa bahagia itu dari wajah beliau.

Saat saya masih kuliah, adik-adik kostan saya suka menawarkan untuk memasakan saya makanan karena mereka tahu saya tidak bisa memasak. Shofi pernah bilang “Ka Zae, nanti anak kakak kasihan. Anak kecil suka memamerkan masakan mamanya ke teman-temannya loh” dan saya hanya senyum-senyum saja. Atau saat ibu saya mengatakan, “Kalau kamu ngga suka (sedikit) makan, gimana anak kamu nanti?”. Perkara lain seperti kamu harus bisa menjahit kancing, mengerjakan pekerjaan rumah dengan cepat, dll, menjadi hal yang sering orang lain ingatkan terkait tugas ibu. Tentu saya khawatir. Hal-hal seperti ‘Apa anak saya akan bisa memakan terong, sayur tumis, bawang, dll? Karena saya sangat tidak menyukainya’. Tapi sebaliknya, bukan itu yang paling sering saya pikirkan. Saya lebih banyak berpikir tentang ingin menjadi ibu seperti apa saya baginya.

Krista Siddiqui

 

Saya ingin menjadi sahabatnya, pendengar terbaiknya, pelindung, dan life companion baginya. Saya ingin setiap malam sebelum kami tidur, kami akan berbagi cerita, entah dengan saya yang membacakan buku untuknya atau ia yang bercerita tentang dirinya. “Apa yang membuatmu senang hari ini?”, “Apa kamu mendapat teman baru di sekolah?”, “Apa yang kamu kecewakan dari sikap ibu?”, “Apa impianmu?” apapun, saya ingin menjadi attentive listener baginya. Jika ia suka menggambar, saya akan mengajaknya ke berbagai pameran seni, dan saya akan memamerkan karya-karyanya di dinding galeri rumah kami kepada tetangga dan kerabat terdekat. Jika ia suka berolahraga, saya akan mengajaknya menonton pertandingan olahraga. Apapun. Saya ingin menjadi ibu yang baik.

Saya rasa Allah Maha Baik. Ia menitipkan impian yang membuat kita bahagia, bahkan sebelum impian itu menjadi nyata🙂. Apa kalian juga berpikir hal yang sama?

3 thoughts on “Menjadi Ibu

  1. ah zae suka banget tulisannya.. bahkan impian menjadi ibu aja sdh berhasil ngebuat kita bahagia ya zae.. gimana naninya :’) semoga kita semua bisa jd ibu yang solehah untuk anak-anaknya nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s