Ilmu Padi

HAFIDZ ALHAQ

Bukan, bukan mau bahas peribahasa itu, peribahasa yang kita semua tahu. Ini cerita tentang nasihat kakek saya yang usianya menjelang 9 dekade. Sejak kemarin saya berkesempatan mengunjungi beliau di Purworejo sana. Ceritanya masih dalam rangkaian #SafariRindu setelah setahun lebih meninggalkan tanah air. Meskipun sudah tidak berdaya untuk melakukan banyak hal, Alhamdulillah beliau berkabar (relatif) baik, begitu pula nenek yang selalu setia di sisinya.

Sambil menikmati bakwan dan cemilan seadanya, sang kakek bercerita tentang kondisi pertanian di Tersidi Lor, desa di mana beliau tinggal. “Di Tersidi ini, 90% warganya bekerja sebagai petani, 5% pagawai, dan sisanya campuran.” Begitu kurang lebih pembukaan yang beliau sampaikan, sedikit banyak memberikan gambaran bahwa desa ini memang didominasi oleh area pesawahan. Saya cuma mengangguk.

Beliau pun melanjutkan, “Tahun lalu, perolehan panen beras cuma 25% dari jumlah yang seharusnya, karena banyak padi yang gabug (kopong-red).” Ada beberapa kalimat lagi yang beliau lanjutkan, tapi saya tidak begitu hafal karena berisi angka-angka dengan satuan kwintal. Hehe… Langsung saja saya…

View original post 227 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s