2017

Bicara tentang perbaikan diri, saya ingin benar-benar menjadi pribadi yang baik. Memiliki hati yang baik, bersih, dan tulus. Berilmu dan memiliki prinsip yang teguh. Menjadi orang yang bisa menjaga kebaikan pikirannya, perkataan, dan perbuatannya. Menjadi muslim yang baik.

Jika banyak orang cenderung menuliskan target capaiannya dalam menghadapi tahun yang baru, saya tidak tahu apa yang perlu saya tulis hehe. Huma pernah bilang bahwa Zae bukan orang yang punya ambisi atau obsesi. Saya menganggapnya itu hal yang negatif hehe, karena saya tidak punya keinginan kuat untuk mencapai sesuatu, sesuatu yang saya bahkan tidak tahu apa. Saya butuh diarahkan. Jika teman-teman terdekat saya mengatakan bahwa saya adalah pengamat (observer) yang baik bagi orang lain, sebaliknya saya justru bukan observer yang baik bagi diri saya sendiri. Dan saya tahu disanalah saya harus lebih banyak mengenal diri saya sendiri.

Hm… tentang keinginan yang konkret di tahun ini… saya ingin punya pekerjaan yang baik! hehe that’s the one I’m still struggling on. Saya ingin menerbitkan buku. Dan saya ingin menikah (?). Gagal dari satu tes ke tes yang lain membuat saya berpikir bahwa saya belum pantas diberikan kesempatan untuk membuktikan kemampuan saya. Hingga saya berpikir nilai dalam lembar resume dan capaian apa yang saya raih tidak berarti apa-apa untuk mereka, atau saya tidak berhasil mengambil perhatian mereka. Bahkan untuk mendapat sebuah kesempatan adalah hal yang sulit, tapi terlalu memalukan jika saya menyerah hanya karena hal tersebut bukan? hehe. Kadang saya berpikir bahwa mereka yang mengalahkan saya bukan orang yang justru lebih baik, tapi saya sadar mereka memiliki pengalaman yang saya baru memulai dari garis start. Dan saya juga sadar saya mulai sombong dengan pikiran bahwa saya lebih baik dari mereka. Itulah mengapa paragraf pertama tulisan ini adalah hal yang benar-benar ingin saya capai.

Saya ingin menulis apa yang saya pikirkan dalam suatu narasi. Dan saya sadar musuh terbesar saya adalah kemalasan, yang itu akan saya kalahkan sekuat mungkin, saat ini. Dan terakhir, menikah. Untuk yang satu ini, entah mengapa masih jarang saya pikirkan walau selalu saya minta dalam doa-doa saya. Saya tidak punya kecenderungan dengan siapapun dan saya belum merasa pantas dengan kapasitas yang saya miliki untuk membahagiakan dan mencukupkan orang lain. Tapi… kita tidak akan pernah merasa pantas bukan? Sampai amanah itu Ia tititpkan.

Saya berharap saya mampu menjadi orang yang memberi kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Menjadi orang yang bermanfaat, menjadi orang yang dibutuhkan, menjadi muslim yang baik. Saya ingin berkembang jauh, jauh lebih baik. Hingga saat orang lain menemui saya setelah sekian lama, kami akan sama-sama berkata satu sama lain “Kamu berlari jauh, jauh lebih baik.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s