Menjadi Ibu yang Baik

Blog ini sudah lama tidak saya isi karena satu dan lain hal. Dan saya menyempatkan menulis kembali setelah sekian lama. Bismillahirrahmaanirrahiim.

Hal yang paling saya hindari ketika wawancara kerja adalah “Ceritakan mengenai rencana karier-mu dalam 5 tahun ke depan.” Dan saya tidak pernah punya rencana apapun. Saya ingin menjadi ibu yang baik, bukan dengan karier sebagai framing. Melahirkan generasi-generasi penerus yang baik akhlak, keimanan, dan kebermanfaatannya. Itu rencana ‘karier’ saya dalam lima tahun ke depan. Tentu sebelum itu saya harus mencari pasangan dan menikah terlebih dahulu. Dan ini bagian sulitnya. Semoga ikhtiar itu datang pada saat yang tepat, dengan cara terbaik menjemputnya.

“Zae punya orang yang disukai ?”, pertanyaan yang seringkali kami tanyakan satu sama lain, antara saya dan Fatia. Dan saya hanya bergumam “hmm..hmm..” dengan menggeleng, sama sepertinya. Saya tidak membayangkan “dia”-nya, melainkan keberkahan keluarga dan keturunan kami kelak, insyaa Allah. Allah benar-benar Maha Baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s