Saya punya banyak teman, namun hanya sedikit dari mereka yang seringkali kami berbagi pikiran dan pandangan about our true self. Karena berbagi itu membutuhkan trust, mutual interest, dan click hehe. I put their name in my heart, whenever I feel down or even so happy, I remember them. That’s how far I trust them.
Huma, Uly, Fatia. Banyak di luar mereka yang juga sangat saya percaya untuk berbagi pandangan, seperti Siska, Asty, mba Endah dan Tsansan, tapi seringkali saya tidak akan mengganggu mereka yang sudah berumah tangga hehe, karena mereka sangat-sangat sibuk, jadi saya melihat mereka sebagai figur yang saya sangat kagumi.
You know, to trust people is precious. They are precious.
Mereka yang mengenal saya dengan baik akan berpendapat sama, “Zae ngga berpikir seperti kebanyakan orang” mungkin maksudnya aneh hehe.
Hari ini sejujurnya saya sedih. Karena tiba-tiba saya jadi bahan bully-an atas keputusan yang sangat saya syukuri di masa lampau, yang bagi banyak orang adalah keputusan sangat bodoh. It’s feel like I was betrayed. Seperti seolah-olah saya tidak bersyukur, saya lemah mental, saya banyak mau, dsb. It’s hurt, not when he said it, but when I remember it. And I know, people can be so dangerous to our self.
Ada hal-hal yang saya selalu katakan pada diri saya, agar saya tidak melakukannya kepada orang lain, siapapun dia:
- Memberi nasihat tanpa diminta.
- Mengomentari keputusan hidup orang lain. We don’t live their life, nor we don’t responsible about their decision, we don’t know any tiny detail about them. So don’t act like you have rights to judge that their act was wrong.
- Mendengarkan hal privat yang bukan dalam teritori kita. Saya paling tidak suka untuk mendengar masalah rumah tangga orang lain (terlebih jika itu hal negarif yang akan menggiring pada opini negatif akan figur orang tsb), karena hal itu harus menjadi rahasia dalam keluarga tsb. Karenanya saya tidak suka dicurhati hal-hal yang menurut saya itu bukan hak saya untuk tahu. So I will try any way to avoid them.
When I realize I have some really good friends that I’m really trust, I fell like I’m so blessed, dan sangat bersyukur karena Allah menghadirkan mereka dan memperkenalkanku dengan mereka. I have some trust issue, but they make me believe that “If you met the right people, you can trust people again”
Terima kasih Allah, sayang sekali 🙂
*Nggapapa nggapapa, lain kali hindari mereka saja ya, diamkan saja kalau mereka kembali mengusikmu. It was showing their value and their true colors, not yours 🙂